Fraksi Gerindra Tolak Impor Garam
JEPARA-"Temuan ini
akan kita bahas dalam rapat dengar pendapat dengan mereka. Harus ada regulasi
yang berpihak pada garam lokal. Kalau dari Fraksi Gerindra DPR RI secara tegas
menolak impor garam karena itu sama saja membuat petani garam kita kian
merana," jelasnya. Terpisah, Kasi Pemberdayaan Masyarakat
pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara, Sofuan juga mengkhawatirkan
hal yang sama.
Menurutnya,
jika garam impor dari Cina dan Australia membanjiri pasaran, maka harga garam
lokal akan kian murah. Sebab harga garam impor sudah murah dan kualitasnya bisa
bersaing atau bahkan lebih baik dengan produk lokal."Ini yang kita khawatirkan.
Terus bagaimana dengan garam produk petani garam di daerah Kedung Jepara,"
sesalnya.
Salah
seorang petani garam asal Desa Surodadi, Kecamatan Kedung, Jepara, Sokib (42),
mengaku sejak November 2012, harga garam rakyat sudah rendah, yakni Rp250 per
kilogram. Padahal pada periode yang sama tahun 2011, harga garam rakyat pernah
mencapai Rp750 per kilogram.
"Ini
yang membuat kita heran. Padahal biasanya usai panen dan masuk musim hujan
harganya tinggi," ucapnya.(gnr)
Tidak ada komentar: