NBL MEDIA

BERKAH, TUMBUH, BERKEMBANG, MAJU BERSAMA

Syahbandar dan Pengelola Kapal Tidak Transparan


Syahbandar dan Pengelola Kapal Tidak Transparan

JEPARA-Sempat tertahan di Karimunjawa beberapa hari, karena cuaca buruk. Sebanyak 158 wisatawan akhirnya berhasil tiba di Dermaga Kartini pada Selasa (08/02) sekitar  pukul 12.00 WIB. Ratusan wisatawan tiba dengan KMC Express Cantika 89 yang sebelumnya berangkat dari Dermaga Karimunjawa pukul 10.00 WIB. Sesampai di Dermaga Kartini, beberapa wisatawan mengaku kecewa dengan sistem komunikasi Syahbandar Karimunjawa dengan pihak kapal. Karena pada Minggu (06/1) para wisatawan mengaku telah membeli tiket dan siap-siap packing untuk pulang ke Jepara. Namun sudah sampai di Dermaga Karimunjawa, kapal tidak berangkat. Karena syahbandar tidak mengeluarkan ijin berlayar.

“Seharusnya ada koordinasi antara pengelola kapal dengan syahbandar. Hasilnya diinformasikan ke kami. Padahal kami sudah packing, akan tetapi kapal tidak berangkat. Jelas kami kecewa,” ujar wisatawan asal Blitar, Andi Yuwono.

Agar tidak jenuh, rombongan wisatawan yang ia bawa harus trip wisata dialihkan ke beberapa spot wisata Karimunjawa. Akibat peralihan ini, biaya akomodasi yang jatahnya untuk dua hari membengkak menjadi tambah dua hari. “Rugi seratus persen bahkan lebih. Ya kalau usul saya transportasi Karimunjawa ditambah. Jangan hanya dua. Tapi tiga dan salah satunya harus standby di salah satu dermaga,” ungkapnya.

Selain mengeluhkan di antara instansi pemerintah. Dia mengaku manajemen tiketing KMC masih perlu pembenahan. Pasalnya, ketika ia membeli tiket. Lokasi tempat duduk tidak sesuai dengan apa yang ada ditiket. “Sudah tiga kali ini saya beli tiket, tempat duduknya tidak sesuai. Parahnya lokasi tempat duduknya ditempati orang lain,” keluhnya.

Kepala Syahbandar Karimunjawa Yuni saat dihubungi menjelaskan, Minggu dan Senin lalu pihaknya tidak mengijinkan kapal berlayar karena kondisi cauca buruk. Saat itu tinggi ombak antara 3-4 meter dengan kecepatan angin antara 10-15 knot.  “Kondisi ombak tinggi, tidak mungkin kami ijinkan kapal berlayar. Kami pilih keselamatan penumpang,” terangnya.
Tidak diperbolehkannya kapal berlayar, lanjutnya, seharusnya berlaku juga untuk Rabu kemarin. Karena kondisi ombak perairan Karimunjawa-Jepara sekitar  1,5-2 meter. Sementara Karimunjawa-Kalimantan ombak berkisar antara 2,5-3 meter. Karena desakan dari wisatawan, akhirnya KMC Express Cantika diberangkatkan ke Jepara. “Cuaca hari ini cukup bagus dibandingkan Sabtu hingga Senin kemarin. Walaupun demikian tinggi ombak 2 meter seharusnya kapal tidak boleh berlayar,” paparnya.
Kondisi ombak yang tidak memungkinkan kapal berlayar, ia membuktikan beberapa kapal tongkang yang memilih berlindung di sekitar pulau-pulau di Karimunjawa dibandingkan meneruskan perjalanan. Dia menambahkan perkiraan BMKG tidak jadi patokan utama. Kondisi ombak di lapangan juga diperhatikan. “Kalau perkiraan ombak BMKG rendah namun kenyataannya tinggi. Kami tetap tidak memperbolehkan jalan,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Syahbandar Jepara Dwiyanto. Menurutnya gelombang Karimunjawa-Jepara bisa untuk berlayar kapal dibandingkan Karimunjawa-Kalimantan. “Kalau kita lihat dari perkiraan peta dari BMKG kemarin. Karimunjawa ke utara masuk wilayah merah, artinya ombak tinggi. Sementara Karimunjawa ke selatan warnanya putih artinya gelombang rendah. Bisa untuk berlayar,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa wisatawan yang tidak lagi tahan di Karimunjawa nekat pulang ke Jepara menggunakan perahu nelayan. Salah satu biro wisata yang namanya enggan disebut menjelaksan beberapa wisatawan yang menggunakan travelnya sekitar pukul 08.00 menggunakan perahu nelayan bertolak dari Karimunjawa ke Jepara. “Ada sembilan wisatawan saya yang nekat naik perahu nelayan,” terangnya. (gnr)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.