Cuaca Buruk, Penyeberangan ke Karimunjawa Lumpuh
![]() |
| cuaca buruk di peraian bandengan jepara |
Penyeberangan ke Karimunjawa Lumpuh
JEPARA-Cuaca yang memburuk sejak akhir pecan lalu, membuat penyeberangan ke
Karimunjawa terhenti. Syahbandar Jepara sejak Sabtu (05/01) lalu mengeluarkan
larangan berlayar bagi dua armada penyebrangan ke Karimunjawa
yakni MP Muria dan KMC Ekpress Cantika 89.
Kepala Syahbandar Jepara Dwiyanto mengatakan, tidak
bisa berangkatnya kapal ke Kairmunjawa pada Sabtu dan Minggu (06/01) ini murni
dikarenakan faktor cuaca yang tidak memungkinkan untuk melakukan pelayaran.
”Sabtu pagi sebenarnya sudah berencana untuk berangkat, langit kembali gelap
dan gelombang meninggi, sehingga pelayaran ke Karimun ditunda kembali,”
ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ketinggian gelombang antara
2 hingga 3 meter sedangkan kecepatan angin berkisar 5 - 10 knot. ”Dengan
ketinggian tersebut, kita tidak berani memberikan izin untuk berlayar,”
tambahnya.
Namun pihaknya selalu berkoordiansi dengan nahkoda
kapal untuk menentukan berani atau tidaknya berlayar. Sebab, nahkoda yang
menjalani pelayaran.
Lebih lanjut Dwiyanto menjelaskan,Izin juga tidak
diberikan kepada kapal – kapal kecil yang melayani penyeberangan ke Karimunjawa
sejak jum’at sebelumnya. Akan tetapi, pihaknya selalu memantau perkembangan
yang terjadi di laut.
Sementara itu, Muhammad Ali Fikri, 19 Mahasiswa
Universitas Sains Al Qur’an Wonosobo yang hendak pergi ke Karimunjawa, mengak
kecewa dengan tertundanya pelayaran dari Sabtu lalu. ”Namun kita memaklumi
sebab dikarenakan faktor alam,” ujarnya.
Akibat tertunda berlayar, Fikri berserta 4 rekannya
yang hendak pergi ke Karimun Jawa harus menginap di rumah teman dosennya di
Pecangaan. Jika sampai hari ini belum juga menyeberang ke Karimun Jawa, sebagian
temannya akan kembali ke kampus karena ada beberapa acara yang harus diikuti.
”rencananya, kami akan berada di Kairmunjawa selama 5 hari,” tambahnya.
Kepala PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Jepara
Zulkifli membenarkan larangan berlayar tersebut. ”Hingga kini belum diketahui,
larangan tersebut akan di cabut, sebab menunggu informasi cuaca dari BMKG
juga,” ujarnya.
Akibat tidak ada penyebaranagn ke Karimunjawa, kata
Zulkifli calon penumpang dari Jepara terpaksa tidak dapat sampai di Karimunjawa
sesuai waktu yang diinginkan. Meski begitu, ia memastikan, tiket yang sudah
dibeli para penumpang, masih tetap dapat digunakan saat KMP Muria kembali
berlayar.
Sedangkan, Sutana, Kepala Bidang Perhubungan Laut
pada Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Jepara saat ditemui di
kantornya mengatakan, ditundanya pemberangkatan ke Karimunjawa lebih
dikarenakan pertimbangan keselamatan penumpang. ”Jangan sampai kejadian tahun
lalu, ketika KMP. Muria harus balik di tengah jalan kembali terulang,”
jelasnya.
Sutana menambahkan, penyeberangan masih bisa
dilakukan dalam kesempatan- kesempatan yang lain, akan tetapi keselamatan mahal
harganya. Sehingga masyarakat harus bisa memakluminya. (gnr)

Tidak ada komentar: