NBL MEDIA

BERKAH, TUMBUH, BERKEMBANG, MAJU BERSAMA

Puluhan Ton, Terancam Tidak Terjual


JEPARA-Lebih jauh Aksan mengaku, saat ini ada sekitar 60 ton garam hasil olahan tahun ini yag belm terjual sama sekali. Padahal tahun lalu, awal bulan februari sekarang ini, stok garam digudangnya sudah habis. “kami terpaksa menyimpan garam di gudang, soalnya kalo dijual harganya angat murah” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan, Jumari (50) warga RT 20 RW 6 Desa Surodadi Kecamatan Kedung. Hingga saat ini ia masih menyimpan sekitar 400 ton garam di gudang.  Jika tahun ini, masih rendah para petani garam terpaksa menjual garamnya dengan harga murah. Atau jika masih bertahan, mereka akan menyimpan garam tersebut di gudang dan mengeluarkannya di musim jual tahun depan.

Sementara itu, permasalahan  ini menurut Jumari, tidak hanyadialami petani garam di wilayah Surodadi dan Bulak baru, namun juga para petani di wilayah Paggung, Kedungmalang, Tanggul Tlare dan daerah pesisir lainnya. Menurutnya, saat ini yang juga menjadi ancaman petani adalah impor garam yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat.(gnr)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.