Tinggi Ombak Capai 6 Meter
Enam Kapal Sandar di Pulau Panjang
JEPARA - Musim baratan
tahun ini mungkin akan menjadi baratan terekstrim yang dirasakan masyarakat
Jepara. Pasalnya, Badan Meteoroli Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru pertama
kali merilis bahwa ombak di Jepara mencapai tinggi maksimal 6 meter dengan
kecepatan angin mencapai 30 knot (mil/jam).
Kepala BPBD Jepara
Lulus Suprayetno menjelaskan, bahwa perairan Laut Jawa bagian tengah kecepatan
anginnya antara 16-30 knot dengan ketinggian ombak 2,5-3 meter. Sementara di
Kepulauan Karimunjawa tinggi ombak 5-6 meter dengan kecepatan angin 19-30 knot.
Di periaran Laut Jawa bagian utara tinggi ombak lebih rendah yaitu sekitar 4-5
meter dengan kecepatan angin 10-27 knot.
Sementara angin
dari arah barat ke barat laut dengan kecepatan antara 10-30 knot dan tinggi
gelombang antara 1-6 meter. “Dibandingkan tahun lalu, cuaca tahun ini nampaknya
lebih ektrim. Hembusan anginnya sangat kuat,” tandasnya.
Kondisi seperti
ini, lanjutnya, berpotensi hujan. Sebagaimana pengalaman sebelumnya. Bahkan
jika Wungai Wulan Kabupaten Kudus penuh dan Puncak Muria hujan maka di sekitar
Desa Batu Kali, Kecamatan Kalinyamat kemungkinan terjadi banjir.
“Kemarin pada 9
Januari dari pantauan kami suangainya penuh. Kami sempat was-was jika terjadi
banjir di jalur Sungai Batu Kali. Alhmadulilah, kekhawatiran kami tidak
terjadi,” paparnya.
Semnetara itu,
Cuaca buruk yang melanda perairan Jepara dan Karimunjawa, Kabupaten Jepara,
Jawa Tengah. Pada Kamis (10/01), enam kapal berlindung di Pulau Panjang yang
berjarak sekitar 2 mil (3,21 kilometer) dari Pantai Kartini, Jepara.
Syahbandar
Pelabuhan Jepara Dwiyanto mengatakan, empat kapal berupa kapal penarik tongkang
batubara milik PLTU Tanjung Jati B, Jepara. Dua kapal lain adalah kapal nelayan
dari daerah lain. Mereka berlindung di Pulau Panjang sejak 4 Januari. Hal itu
dilakukan untuk menghindari gelombang tinggi di perairan
Jepara."Berdasarkan infomasi BMKG Jawa Tengah, gelombang di perairan 3-5
meter. Kondisi cuaca seperti itu berlangsung pada 7-14 Januari," kata
Dwiyanto
Camat Karimunjawa
Nuryanto manambahkan musim baratan yang terjadi pada awal Januari ini baru
memasuki pintu masuk baratan. Belum puncak musim baratan. Sebagaimana
tahun-tahun sebelumnya musim baratan diprediksi akan terjadi di akhir Januari
hingga awal Februari. “Sementara ini kondisi stok beras di Karimunjawa masih
aman. Belum lama ini dibantu oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi melalui
Pemkab Jepara,” terangnya.
Kondisi menipis,
menurutnya, malah terjadi bahan-bahan bumbu dan sayur. Bahkan harga cabai per
kilogram di Karimunjawa per kilogramnya antara Rp 70 ribu-100 ribu. (gnr)
.jpg)
Tidak ada komentar: