PKL dan Anak Punk Dikeluhkan Warga
JEPARA – Keberadaan
Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati trotoar jalan dan banyaknya anak punk
yan berkeliaran di Jepara dikeluhkan warga. Salah satu PKL yang dikeluhkan
yakni PKL di trotoar jalan di dekat Pasar Jepara Satu (Ratu) yang menghubungkan
Kelurahan Ujungbatu dan Jobokuto.
Harudi,
Warga Kelurahan Jobokuto mengaku terganggu dengan keberadaan PKL ditrotoar
tersebut.
Menanggapi keluhan
warga masyarakat atas beberapa pelanggaran K3 di Jepara, Bupati Jepara Ahmad
Marzuki mengatakan, sanksi yang akan diterima para pelanggar Ketertiban,
Kebersihan, dan Keindahan (K3) di Kabupaten Jepara, akan lebih berat dari
sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Jepara juga akan lebih tegas menegakkan K3,
untuk menghormati hak masyarakat. (gnr)
Punkers tidak hanya sekedar style atau sekedar gaya fashion, tapi mereka simbol kaum marjinal yang terpinggirkan, terutama pada perkembangan perindustrian di negara berkembang atau dunia ketiga. mohon pemberitaan yang mendiskriditkan kaum Punk untuk diminimalisir.
BalasHapussalam budaya
masukan diterima
Hapus