NBL MEDIA

BERKAH, TUMBUH, BERKEMBANG, MAJU BERSAMA

PKL dan Anak Punk Dikeluhkan Warga





JEPARA – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati trotoar jalan dan banyaknya anak punk yan berkeliaran di Jepara dikeluhkan warga. Salah satu PKL yang dikeluhkan yakni PKL di trotoar jalan di dekat Pasar Jepara Satu (Ratu) yang menghubungkan Kelurahan Ujungbatu dan Jobokuto. Harudi, Warga Kelurahan Jobokuto mengaku terganggu dengan keberadaan PKL ditrotoar tersebut.
 “Mereka seolah merasa lebih berhak menempati trotoar dibandingkan para pejalan kaki, hal inimohon ditertibkan,” katanya.Sedangkan Feri, warga Jepara meminta agar Satpol PP bertindak tegas terhadap pengamen yang meresahkan. “Umumnya bergaya punk, mohon Satpol PP tegas agar tidak ditiru anak-anak Jepara,” imbuhnya.
 Menanggapi keluhan warga masyarakat atas beberapa pelanggaran K3 di Jepara, Bupati Jepara Ahmad Marzuki mengatakan, sanksi yang akan diterima para pelanggar Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) di Kabupaten Jepara, akan lebih berat dari sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Jepara juga akan lebih tegas menegakkan K3, untuk menghormati hak masyarakat. (gnr)

2 komentar:

  1. Punkers tidak hanya sekedar style atau sekedar gaya fashion, tapi mereka simbol kaum marjinal yang terpinggirkan, terutama pada perkembangan perindustrian di negara berkembang atau dunia ketiga. mohon pemberitaan yang mendiskriditkan kaum Punk untuk diminimalisir.
    salam budaya

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.