Tongkang Bermuatan 4.800 Ton Batu Bara Terdampar di Pantai Balong
JEPARA - Tinginya
gelombang di laut Jawa beberapa hari terakhir, menyebabakan sebuah kapal
tongkang pengangkut batu bara terdampar di peraiaran Balong Kecamatan Kembang.
Hingga Jumat (22/2), kapal tongkang bermuatan 4.800 ton batu bara tujuan
Kalimantan Selatan - Semarang ini, masih berada di pantai tersebut.
Masyarakat Desa
Balong Kecamatan Kembang Purwo Edi mengatakan, kapal tongkang SMS 2071 yang
ditarik sebuah take boat Melati Baru B ini, terdampar di pantai Balong
Kecamatan Kembang sejak (16/2) lalu. Hingga kini, kapal bermuatan 4.800 ton
batu bara ini belum bisa dievakuasi untuk melanjutkan perjalannya kembali.
“Kapal saat ini berada di sebelah utara PT. Rantai Mas (PRM), atau
sekitar 500 meter dari pantai Balong” ujarnya.
Menurut
keterangan Purwo, selain tingginya gelombang peraiaran Jepara yang mencapi
lebih dari 4 meter, dikabarkan bahwa take boat penarik tongkang mengalami
kerusakan di bagian mesin, sehingga harus menghentikan perjalannya menuju
pelabuhan Semarang. “Menurut keterangan take boat tersebut memiliki dua mesin,
namun salah satu mesinya mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan
perbaikan” ujarnya.
Sementara
itu, hingga saat ini take boat yang dikemudikan oleh Denden Burhanudin warga
Kuningan Jawa Barat bersama 8 Anak Buah Kapal (ABK) dalam kondisi aman. Mereka berada di Pantai Kartini Jepara sambil menunggu
perbaikan mesin take boat. “Jika memmerlukan waktu lama, kemungkinana juga akan
didatangkan take boat pengganti untuk mengambil tongkang tersebut.
Untuk melakukan
evakuasi kapal pihak nahkoda masih menunggu sampai perairan kembali
normal. Tongkang raksasa tersebut, juga menjadi tontonan warga sekitar. Selain
tinginya gelombang. Sebagian badan kapal sudah kandas. Bahkan sebagian batu
bara ada yang sudah tercecer di tepi laut.
Syahbandar Jepara
Yuniarso membenarkan meang ada kapal tongkang yang terdampar akibat cuaca
buruk. Saat ini kondisi gelombang mencapai lebih dari empat meter. Bisa saja
menjadi enam memter dalam beberapa hari ke depan. (gnr)
Tidak ada komentar: