Banjir Bandang Terjang Desa Clering dan Sumberrejo
JEPARA-Hujan deras di
wilayah lereng muria sejak Senin (4/3) malam, menyebabkan terjadinya banjir
bandang di dukuh Pasokan Desa Clering dan dukuh Tempur Desa Sumbermulyo Kecamatan
Donorojo. Dalam musibah banjir tersebut, puluhan rumah, sekolah, puluhan hektar
sawah terendam banjir.
Petinggi
Desa Clering Kecamatan Donorojo Ali Mahmudi mengungkapkan, banjir bandang
tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB pagi. Saat itu hujan deras mengguyur
lereng muria. Tiba tiba saja tanggul sungai Kaligede ambrol karena tidak dapat
menahan derasnya air. Akibatnya, beberapa dukuh di Desa Clering seperti dukuh
Bumiharjo, Pasokan, Tawangrejo dan Karangrejo terkena hempasan air sungai. Bahkan
RT 01,2,3,4,5 di RW 02 air sempat merendam pemukiman warga kurang lebih
setengah meter. Namun, kurang dari setengah jam, air kembali surut. “Ada
tiga titik tanggul yang jebol, maisngmiasng setinggi 3 meter” ujar mahmudi.
Selain mengenai pemukiamn warga, banjir bandang tersebut juga merendam
sedikitnya 20 hektar lahan pertanian. Bahkan ada beberapa yang sudah siap
panen.
Sementara
petinggi Desa Sumberejo Kecamatan Donorojo Sucipto mengungkapkan, banjir
bandang tersebut terjadi di seikitar Dukuh Tempur Desa Sumberejo kecamatan
Donorojo. Ada 2 RW dan 6 RT yang sempat terendam. Bahkan air tersebut, sempat
merendam sekolah RA, MI dan MTS di bawah yayasan Miftahul Huda. “Ada 77 rumah
yang sempat terendam banjir, mereka ada di RT 1,2,3 RW 01 dan Rt 1,2,3 RW 02”
ujarnya
Banjir
bandang yang menerjang Desa Sumberejo tersebut, berasal dari limpahan air
sungai Tempuran dan Sugai Gede/Pasokan yang cukup deras. Karena banyaknya debit
air, sehingga volume air meluap dan mengenai pemukiman warga.
Sementara
itu, atas musibah yang menimpa dua desa tersebut, Anggota BPBD Jepara bersama
relawan lainnya, bergotong royong membersihkan lumpur yang sempat merendam
sekolah tersebut. Tim kesehatan kabupaten dengan Puskesmas juga sempat membuka
posko kesehatan untuk pertolongan warga. (gnr)
Tidak ada komentar: