Nongkrong Memakai Seragam, 9 Pelajar Terjaring Razia Satpol PP
Jepara - Sebanyak 9 pelajar tingkat SMA terjaring razia satpol PP Jepara, Kamis (20/7/2017). Sembilan pelajar itu diamankan saat sedang nongkrong di sebuah kafe di kawasan Pantai Tekukawur Jepara dengan masih menggunakan seragam sekolah. Pelajar yang diamankan yakni empat perempuan dan lima laki-laki. Sebagian besar pelajar ini berasal dari SMA swasta di Kecamatsn Kalinyamatan. Sembilan siswa itu lantas digelandang ke kantor Satpol PP Jepara untuk diberikan pembinaan.
Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara Sutarno mengungkapkan, sembilan siswa yang terjaring razia yakni delapan siswa kelas X dan satu siswa kelas XII dari dua sekolah swasta di Jepara. "Mereka beralasan bahwa kegiatan pembelajaran dan masa orientasi sekolah sudah selesai, sehingga jalan-jalan ke pantai. Akan tetapi, seharusnya mereka berganti baju dulu," ujar Sutarno, Kamis (20/7/2017).
Sutarno menambahkan, setelah diamankan semuanya dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Selain diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya, pelajar tersebut juga diminta untuk menghafalkan Pancasila. Beberapa pelajar tersebut ternyata tidak hafal Pancasila sehingga harus mengulanginya beberapa kali. "Kita minta buat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya, jika nanti dikemudian hari masih didapati hal serupa, maka akan diberikan tindakan yang lebih tegas," imbuhnya.
Di salah satu HP siswi, bahkan ditemukan foto bugil yang menurut pengakuannya merupakan foto teman sekolahnya. "Memang di HP salah satu siswi ditemukan foto yang tak pantas, untuk itu langsung kita minta untuk menghapusnya agar tidak menyebar," jelasnya.
Lebih lanjut Sutarno mengatakan, pihaknya sudah menghubungi sekolah yang bersangkutan untuk mengsmbil sembilan pelajar yang diamankan itu. Hal ini agar sekolah ikut melakukan pembinaan. "Kita juga meminta pihak sekolah untuk ikut memantau siswanya masing-masing. Selain itu, kita juga akan memberikan peringatan di kafe di Teluk Awur agar tidak melayani siswa berseragam di jam sekolah," tandasnya.
SEJARAH JEPARA

Tidak ada komentar: