Stok BBM Menipis, Karimunjawa Terancam Gelap-gulita
| Senam massal di alun alun Karimunjawa |
Stok BBM Menipis, Karimunjawa Terancam Gelap-gulita
JEPARA- Stok
bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
(PLTD) di wilayah Kepulauan Karimunjawa, turut wilayah Kabupaten Jepara kian
menipis seiring cuaca buruk yang melanda perairan setempat. Diperkirakan, solar
untuk menghidupkan satu-satunya piranti penghasil listrik di kepulauan yang ada
di Laut Jawa tersebut hanya cukup untuk dua pekan mendatang.
Karena instalansi dan jaringan
listrik dari PT PLN (Persero) belum masuk di Kepulauan Karimunjawa, akhirnya
untuk memenuhi kebutuhan listrik, warga yang tinggal di kepulauan yang ada di
Laut Jawa ini bergantung pada enam PLTD yang dikelola pihak swasta. Keenam PLTD
tersebut tersebar di sejumlah pulau atau desa yang ada di sana. Masing-masing
yakni PLTD unit Karimunjawa, Nyamplungan, Parang, Nyamuk, Genting dan terakhir
unit Kemojan. Jumlah pelanggan listrik dari enam unit PLTD ini sekitar 2.100
Kepala Keluarga (KK).
Meski sudah ada PLTD, namun listrik di Kepulauan Karimunjawa tidak bisa
menyala 24 jam. Khusus Karimunjawa bisa menyala selama 12,5 jam, yakni mulai
dari pukul 17.30 WIB – 06.00 WIB. Sedang untuk lima pulau lainnya, hanya bisa
menikmati listrik selama enam jam, yakni mulai pukul 17.30 WIB – 23.30 WIB.Manajer
PLTD Kepulauan Karimunjawa, Nur Soleh mengatakan saat ini pihaknya hanya
memiliki stok 10 ton BBM jenis solar. Stok tersebut diperkirakan hanya cukup
untuk menghidupkan enam unit PLTD hingga akhir bulan Januari 2013 ini. Menurut
Soleh, menipisnya stok solar ini dipengaruhi cuaca buruk yang melanda Perairan
Laut Jawa. Sebab karena cuaca buruk itu, aktivitas pengangkutan solar dengan
kapal dari daratan Jepara menuju Karimunjawa terganggu.
| salah satu sudut kota Karimunjawa |
Ia mencontohkan stok solar PLTD Unit Karimunjawa. Tiap malam, unit PLTD terbesar
itu menghabiskan 800 - 900 liter solar. Praktis, harus didrop 3-4 kali dalam
sebulan. Namun karena cuaca buruk maka siklus droping tersebut terhambat.
“Kalau unit lain yang menyalanya hanya enam jam tidak begitu masalah. Sebab
bisa didrop 1-2 kali dalam sebulan,” kata Soleh, kemarin Soleh berharap kondisi
cuaca di Perairan Laut Jawa berangsur-angsur membaik. Jika dihitung, cuaca
buruk di perairan tersebut sudah berlangsung hampir dua pekan ini. Jika
terus-terusan memburuk, maka tentu saja akan berimbas pada ketersediaan solar
untuk PLTD di Kepulauan Karimunjawa.
“Tapi sepertinya dalam beberapa hari ke depan cuaca normal lagi,” ucapnya.
Camat Karimunjawa, Nuryanto mengatakan hingga kini stok berbagai
komoditas pokok di wilayah yang dipimpinnya masih terkendali. Hanya saja,
memang ada sejumlah komoditas yang mengalami lonjakan harga seperti elpiji 3 kg
yang kini per tabungnya bisa mencapai Rp 25 ribu. Atau juga cabai yang harga
per kilogramnya bisa mencapai Rp 70 ribu.“Secara umum stok barang-barang termasuk beras tidak ada masalah. Semoga
musim baratan segera berlalu sehingga kondisi kembali normal,” harapnya. (gnr)
waduh gawat tu om
BalasHapusyup. Meski harus ada teknologi baru untuk menerangi Karimunjawa.
Hapus