NBL MEDIA

BERKAH, TUMBUH, BERKEMBANG, MAJU BERSAMA

Persemain Krasak Diresmikan


JEPARA-Dirjen Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Helman Nugroho meresmikan Persemaian Permanen BP DAS Pemali Jratun Kemenhut RI tahun 2012 diDukuh Krasak Desa Bangsri Kab Jepara(20/2/2013). Dalam kegiatan ini nampak hadir unsur Forkopinda yaitu Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Dandim 0719/Jepara Letkol Inf. DK Subandi, Kapolres Jepara AKBP Baharuddin MS dan Ketua Pengadilan Agama Abdul Malik. Selain itu juga Dirjen didampingi Kepala BP DAS Pemali Jratun Hardanto dan Staf Ahli Dirjen bidang Keuangan Murdiono.

Menurut Kepala BP DAS Pemali Jratun Hardanto mengemukakan bahwa untuk persemaian yang dilakuakn oleh BP DAS tersebut untuk tahun 2012 di Jawa Tengah ada  2 lokasi yaitu di dukuh Krasak Bangsri Jepara dan di dukuh Baros Ketanggungan Brebes. Kenapa Krasak Bangsri ini bisa menjadikan persemaian permanen karena telah mempunyai persyaratan yang telah dikelurakan oleh BP DAS tersebut diantaranya, akses jalan mudah untuk dilalui/dijangkau, dekat sumber air, kemudian sudah dilalui akses jaringan listrik serta ada tenaga kerja yang ada di sekitar persemaian tersebut dan juga menggunakan atau memilih bibit yang berkualitas,

Ditegaskan lagi oleh Hardanto untuk persemaian permanen di dukuh Krasak Bangsri ini mempunyai luas lebih kurang 200 Ha dengan jumlah bibit 500 ribu diantaranya sengon 250 ribu, Jati 150 ribu,  Jabon 20 ribu, Mahoni 50 ribu, Cemara 20 ribu dan Matoa 10 ribu bibit tegas Kepala BP DAS Pemali Jratun Hardanto.Sementara itu Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Helman Nugroho mengatakan bahwa hutan merupakan aspek yang sangat berperan dalam menahan terjadinya longsor dan banjir,

Untuk itu hendaknya kita bersama-sama senatiasa menanam pohon dalam menjaga kelestarian alam dan menjaga sumber air agar tetap lestari. Hutan juga sebagai penahan dan penampung air hujan supaya jangan sampai kedepannya kita kekurangan air dan juga kekurangan kayu. Untuk kayu sendiri pabrik yang kita miliki di Indonesia setiap hatinya membutuhkan kayu 2 juta M3. Hal ini mrupakan pendorong berdirinya persemian tersebut, kata Dirjen Helman Nugroho. (gnr)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.