Tinggal 240 Eksportir, Lainya Gulung Tikar
JEPARA- "Ekspor kita tersebar di 101 negara dengan jumlah eksportir sebanyak 268 perusahaan. Tapi tahun 2011 jumlah eksportir hanya tinggal 240 perusahaan," kata Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Subkhan.
Menurut Subkhan,
penurunan ekspor mebel Jepara ini dipengaruhi oleh krisis ekonomi yang terjadi
di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Padahal kedua kawasan tersebut merupakan
negara importir terbesar mebel Jepara. Krisis ekonomi tersebut berimbas pada
tingkat daya beli masyarakat di kedua kawasan tersebut, terlebih kepada
produk-produk berbahan kayu asal Jepara.
Kondisi ini
diperparah dengan kebijakan pemerintah negeri Paman Sam yang membebani
para importir setempat untuk menambah biaya asuransi kepada para pekerjanya.
Sehingga biaya produksi menjadi melonjak yang akhirnya berimbas pada kian
menipisnya laba dan kemampuan impor perusahaan. "Penurunan ini tidak
terjadi pada mebel saja, tapi juga untuk ekspor produk-produk lainnya asal
Jepara seperti kerajinan dari karet semisal keramik, sandal, alas kaki dan lain
sebagainya," jelasnya. (gnr)

Tidak ada komentar: